BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Senin, 29 Juni 2009

Antonio Conte Mundur Ambisi Jadi Pembeda


Saat perbedaan sudah tak bisa lagi diselesaikan, per­pisahan kadang merupakan keputusan paling bijak. Buat apa mempertahankan status kalau tahu jika hubungan itu terus dilanjutkan malah memperburuk situasi.

Bukan, kita bukan membicarakan masalah percintaan di Italia. Sosok yang dimaksud adalah Antonio Conte. Sadar perbedaan visi dengan pihak manajemen Bari dalam menjalan­kan tim mulai tidak konstruktif, ia setuju memutus kontraknya, Selasa (23/6).

Keadaan ini tentu mengejutkan mengingat Conte baru tiga pekan lalu memperpanjang durasi kerja samanya. Sebenarnya, apa masalah yang membuat eks gelandang Juventus itu mundur?

Jika berpegang pada pendapat­nya, pihak klub, terutama Giorgio Perinetti sebagai Direktur Olah Raga dan Presiden Vicenzo Mataresse, menjadi pihak tertuduh.

“Pada 2 Juni, saya menan­da­tangani kesepakatan bernilai tinggi yang juga menjamin kebe­basan mengekspresikan ide saya akan sepak bola. Tapi, dalam perjalanannya, hampir semua gagasan itu tidak ada yang disetujui. Saat kepercayaan itu mulai pudar, keputusan ber­henti terlihat lebih baik,” ujar pelatih berusia 39 tahun itu pada Tuttosport.

Persoalan yang dimaksud Conte adalah kesempatan membangun ulang tim. Maklum, level Serie A yang lebih tinggi membuat skuad Bari 2008/09, saat menjuarai Serie B, butuh banyak pembenahan.

“Saya meminta 10 pemain untuk menambah kekuatan tim termasuk Edgar Alvarez dan Filippo Carobbio. Menghadapi kompetisi yang semakin sulit, tentu saya telah memikirkan masak-masak permintaan itu,” ujarnya.

Cara ini rupanya tak berkenan dibenak Mataresse. Sang Presiden meng­anggap tindakan anak buah­nya itu terlalu terburu-buru dan radikal, padahal ia ingin mempertahankan mayoritas skuadnya.

“Setelah isu kepindahannya ke Juve mereda, sikap Antonio tak seperti yang saya kenal. Ia sangat terburu-buru. Sebagai presiden, tentu saya mencoba meredamnya. Selain itu, saya juga tidak bisa begitu saja menyingkirkan pemain yang telah berjasa membawa kami promosi,” cetus Mataresse kepada La Repubblica yang mendapat dukungan dari Perinetti.

Well, melihat keadaan ini, perbedaan ambisi jelas menjadi penyebab perpisahan. Tak heran jika tim Italia Selatan itu adem ayem di pergerakan jual-beli pemain. Sejauh ini, cuma Alvarez (Roma) dan Carobbio (Albinoleffe) yang sukses didatangkan ke Bari.

Bahkan untuk sekadar isu, I Galletti tak terdengar. Bandingkan dengan Parma, sesama tim promosi, yang berani menargetkan pemain tenar seperti Christian Panucci, Antonio Di Natale, atau Emanuele Blasi.

Kendati demikian, Tim Ayam Jantan telah bergerak cepat dengan menunjuk Giampiero Ventura sebagai pelatih baru. Pria berusia 61 tahun itu diperkenalkan pada publik, Rabu (23/6) siang waktu setempat.

Ventura sebenarnya telah membuat kesepakatan verbal dengan Triestina. Tapi, eks pelatih Cagliari, Sampdoria, dan Udinese itu berhasil meyakinkan tim Serie B itu agar merelakannya. (Anggun Pratama)

Sumber: Tabloid Bola

0 komentar: